Jumat, 10 Februari 2006
BALIKPAPAN-Warga kota yang biasa berbelanja ke Pasar Klandasan tak perlu repot lagi mengangkut barang yang dibelinya. Mulai kemarin, Pasar Klandasan telah mempunyai buruh angkut resmi. Para buruh angkut di Pasar Klandasan itu namanya tercatat di Kantor Unit Pengelola Teknis (UPT) Pasar.
Kepala Dinas Pasar Pemkot H Asranuddinsyah AS mengatakan, keberadaan buruh angkut resmi ini untuk memberikan kenyamanan bagi seluruh pengguna jasa Pasar Klandasan.
“Konsumen yang biasa berbelanja menggunakan jasa buruh angkut dapat dengan mudah mengenali buruh. Karena mereka mengenakan seragam yang diberi nomor,” kata Asranuddinsyah disela meresmikan buruh angkut Pasar Klandasan.
Selain untuk memberikan kenyaman bagi konsumen, keberadaan buruh angkut pasar juga dimaksudkan untuk memberi nilai tambah secara non-fisik bagi sebuah pasar dalam upaya menciptakan ketertiban dan keamanan di pasar.
“Selama ini pasar menjadi salah satu tempat yang dianggap jauh dari kesan aman dan nyaman, semoga upaya yang dilakukan Dinas Pasar dan UPT Pasar Klandasan bisa memberikan arahan ketertiban di pasar,” kata Asran, sapaan akrab Asranuddinsyah.
Kepala UPT Pasar Klandasan H Andi Amir mengakui pengelola buruh angkut sebagai wujud partisipasi dari pengelola pasar untuk mewujudkan Balikpapan sebagai Kota Beriman. “Kami berharap buruh pasar bukan hanya sekadar buruh angkut, tetapi mereka bisa membantu kami dalam hal menjaga kebersihan pasar,” tuturnya.
Meski buruh sekarang telah terorganisasi, Andi menegaskan untuk usulan tarif pembayaran bukan wewenang petugas yang menentukan. “Masalah bayaran yang mau diberikan kepada buruh angkut terserah kesepakatan saja di lapangan. Jasa buruh angkut sendiri tidak sebatas bisa dimintai tolong mengakut di pasar, tapi bila pemilik barang membutuhkannya untuk mengangkut di rumah ya bisa saja,” tuturnya.
Selain perbaikan sarana non-fisik, ditambahkan Andi pembenahan fisik juga terus dilakukan khususnya masalah kebersihan.
“Untuk persoalan kebersihan kami telah menyelenggarakan T4 sampah yang ada di 15 titik di sekitar Pasar Klandasan,” jelasnya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar